SENJA
Hay namaku senja,begitulah orang tuaku memberikan nama yang indah ini.Dulu almarhum orang tuaku selalu bilang ketika aku masih kecil "aku disapa oleh matahari di barat sana dan bidadari memberiku hangat karna kasih sayangnya padaku" kasih sayang orangtua yang tidak pernah akan hilang oleh ruang dan waktu yaitu ibu.
***
Albert Rio,teman twitterku yang selalu menemani kebosananku disaat tidak ada satu pun sahabatku yang menyapa.Itu karena,sudah 9 tahun lamanya aku menjadi seorang anak yang pendiam.Aku tidak pernah bertemu dirinya,hanya kalimat-kalimat canda,sedih,serta bahagia yang selalu menghibur lara kami.Aku yang kehilangan ayahku,serta Rio yang mengyidap penyakit jantung turunan yang juga telah merenggut nyawa ayahnya,dokter mengfonis hidupnya hanya sebulan.Rio lebih suka menghabiskan waktu dikamarnya dari pada kamar rumah sakit yang tidak dia sukai sama sekali.
***
Setiap pulang dari sekolah,aku selalu melewati pinggiran rel kereta ini sendiri dengan dua tangkai bunga mawar warna merah,yang selalu aku letakan di dengan rapi di tepi jalan sambil berkata dalam hati "rasanya sudah lama semenjak terakhir kali aku menginjakkan kaki ke tempat ini,terasa seperti selamanya,Ayah apa kabar." sambil meletakkan dua tangkai mawar yang di genggam di tangan dengan hati.
***
chat mereka lewat twitter
Senja : kamu sudah tidur ?.. aku tidak bisa tidur,aku nangis,dan kayaknya aku mencemaskaanmu !?
pagi-pagi sekali hendphone Senja menerima balasan pesan dari Rio.
Rio : Selamat pagi Senja,buat apa cemas ! aku kemarin malam hanya batuk-batuk biasa kok :) Senja.
Selang seminggu aku masih silaturahim dengan Rio walau hanya lewat twitter.ketika malam itu,waktu aku sedang menyasikkan vidio sederhana yang terkam di kamera tentang ulang tahunku yang dirayakan oleh ayah dan ibu saat aku masih kecil.Tiba-tiba saja handphoneku disamping berbunyi keras,Rio telephone katanya di sedang kritis di rumah sakit.Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju rumah sakit dan aku tidak lupa lewat di depan kamar ibuku dalam hatiku berkata "Senja sayang ibu,ibu jaga diri baik-baik ya" sambil meneteskan air mata.Aku sudah kehilangan ayahku dan aku tidak ingin kehilangan Rio.
Surat sederhana Senja untuk Rio dipagi itu setelah Rio sembuh dari sakit yang membelenggunya.
"Aku uda lihat muka kamu Rio,kamu lucu deh.Maaf ya.. kamu gak sempet ketemu aku untuk selamanya.Aku titip ya jantungku.. karna kamu lebih layak dapat kesempatan itu.Tuhan sayang kamu,dan aku juga sayang kamu kok"
"Hari ini aku berdiri di samping kamu untuk kita berdua ya.. akhir aku bisa ngerayain ulang tahun lagi,setelah 9 tahun lamanya.Aku memang enggak bisa pengen bareng kamu,tapi kita akan selalu ngerayain bareng kok karena.. aku akan selalu hidup di setiap detak jantung kamu".
SENJA :)
Sejak hari itu,Rio selalu mengikuti kebiasaan Senja seperti berjalan sendiri di tepi rel kereta api yang sepi sambil membawa tiga bunga mawar merah,yang mengartikan Ayah senja,ayah Rio dan satu lagi Senja.
-THE END-
***
Albert Rio,teman twitterku yang selalu menemani kebosananku disaat tidak ada satu pun sahabatku yang menyapa.Itu karena,sudah 9 tahun lamanya aku menjadi seorang anak yang pendiam.Aku tidak pernah bertemu dirinya,hanya kalimat-kalimat canda,sedih,serta bahagia yang selalu menghibur lara kami.Aku yang kehilangan ayahku,serta Rio yang mengyidap penyakit jantung turunan yang juga telah merenggut nyawa ayahnya,dokter mengfonis hidupnya hanya sebulan.Rio lebih suka menghabiskan waktu dikamarnya dari pada kamar rumah sakit yang tidak dia sukai sama sekali.
***
Setiap pulang dari sekolah,aku selalu melewati pinggiran rel kereta ini sendiri dengan dua tangkai bunga mawar warna merah,yang selalu aku letakan di dengan rapi di tepi jalan sambil berkata dalam hati "rasanya sudah lama semenjak terakhir kali aku menginjakkan kaki ke tempat ini,terasa seperti selamanya,Ayah apa kabar." sambil meletakkan dua tangkai mawar yang di genggam di tangan dengan hati.
***
chat mereka lewat twitter
Senja : kamu sudah tidur ?.. aku tidak bisa tidur,aku nangis,dan kayaknya aku mencemaskaanmu !?
pagi-pagi sekali hendphone Senja menerima balasan pesan dari Rio.
Rio : Selamat pagi Senja,buat apa cemas ! aku kemarin malam hanya batuk-batuk biasa kok :) Senja.
Selang seminggu aku masih silaturahim dengan Rio walau hanya lewat twitter.ketika malam itu,waktu aku sedang menyasikkan vidio sederhana yang terkam di kamera tentang ulang tahunku yang dirayakan oleh ayah dan ibu saat aku masih kecil.Tiba-tiba saja handphoneku disamping berbunyi keras,Rio telephone katanya di sedang kritis di rumah sakit.Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju rumah sakit dan aku tidak lupa lewat di depan kamar ibuku dalam hatiku berkata "Senja sayang ibu,ibu jaga diri baik-baik ya" sambil meneteskan air mata.Aku sudah kehilangan ayahku dan aku tidak ingin kehilangan Rio.
Surat sederhana Senja untuk Rio dipagi itu setelah Rio sembuh dari sakit yang membelenggunya.
"Aku uda lihat muka kamu Rio,kamu lucu deh.Maaf ya.. kamu gak sempet ketemu aku untuk selamanya.Aku titip ya jantungku.. karna kamu lebih layak dapat kesempatan itu.Tuhan sayang kamu,dan aku juga sayang kamu kok"
"Hari ini aku berdiri di samping kamu untuk kita berdua ya.. akhir aku bisa ngerayain ulang tahun lagi,setelah 9 tahun lamanya.Aku memang enggak bisa pengen bareng kamu,tapi kita akan selalu ngerayain bareng kok karena.. aku akan selalu hidup di setiap detak jantung kamu".
SENJA :)
Sejak hari itu,Rio selalu mengikuti kebiasaan Senja seperti berjalan sendiri di tepi rel kereta api yang sepi sambil membawa tiga bunga mawar merah,yang mengartikan Ayah senja,ayah Rio dan satu lagi Senja.
-THE END-



Komentar
Posting Komentar