Story Of Obito
Dear,Obito.
Obito,masih ingat aku ?
Aku ingin Obito selalu mengingatku karena aku tidak pernah melupakan Obito atau tim kita dulu.
Obito,sadar tidak,kalau tadi aku sengaja melewatkan sesi 'apa kabarmu' di bagian pembuka? Fufufu,itu karena aku selalu melihat Obito,jadi aku mengerti semua tentang Obito.
Terima kasih karena Obito juga selalu mengerti dan mau memahami aku-dulu.
Obito,kau tahu? jikalau kita bertemu kini,mungkin tak lagi ada senyum di bibirku ini.
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan setelah melihatmu selamat dan tumbuh dewasa ?
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan ketika melihatmu membeku di depan makamku?
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan ketika melihatmu membelokkan arah hidup keduamu ke jalan yang pilu?
Aku menangis.Obito aku menangis.
Ya.
Sejak dulu kau pasti tahu kalau aku cukup cengeng-dan kau sepertinya suka dengan kemanjaanku-tapi ini berbeda,Obito.
Aku sedih.
Aku sedih karena kau berubah.
Oh,obito,apa yang harus kulakukan sekarang?
Ragaku telah dimakam tanah,rusukku telah membatu hampa.
Aku tidak berdaya,Obito.
Yang bisa kulakukan hanyalah menangis.
Menangis
Terus begini.
Sambil menyaksikanmu memakai topeng pusaran air oranye dan bertingkah aneh di depan organisasi kelam itu.
Sambil menyaksikanmu memupuk haru yang kian bergumbal dari waktu ke waktu
Sambil menyaksikanmu mengais ketiadaan dari bagian rencanamu yang melibatkan kakashi-sahabat kita.
Sambil menyaksikanmu memainkan sandiwara picisan,berlagak seolah kau madara-yang jelas membuatmu sesak.
Sambil menyaksikam bertambah kuat dan menabung dosa yang nista untuk tujuan yang taj pada logika.
Dadaku sakit,Obito.
Air mata ini tak pernah surut,aku selalu menangis,baik mata ataupun batin.
Aku menyelatkanmu,Obito.
Ingin kurengkuh kau dari kegelapan.
Ingin kuraih kau kau dari kenistaan.
Oh,obito, aku memang menyukai kakashi-tapi kau membuatku mengerti arti dari kelimat tergila-tergila.
Obito,aku tidak berdusta.
Obito,aku sungguh ingin bersamamu sekarang dan tanpa batas masa.
kedua tanganku ingin meraih tubuhmu,mendekapnya erat dan tanpa jarak,merengkuh jauh dari dosa dan untuk selamanya.
Ingin benar kuraih wajahmu dan kukecup kedua belah bibirmu yang penuh-yang tak jemu memberiku cerita baru di setiap lembaran hari yang tak semu.
Dan tidak,Obito,ciuman ini takkan berakhir seperti mimpi palsu.
Aku ingin menautkan jemari kita,Obito.Aku ingin kita saling menatap,berdua berbaring di atas hijaunya rumput konoha,lalu tak akan pernah saling melapaskan.
Obito,apa aku dengar?
Sesungguhnya,aku rela mati saat itu karena kupikir aku bisa bertemu denganmu.
Jangan marah atau heran,Obito.
Aku bukanlah Rin yang kaukenal bisa berkonsentrasi dengan baik setelah kepergianmu yang semu itu,lalu aku lalai dan kupirkan aku sudah berhasil menyusulmu.
Maafkan kekeliruankan,Obito.
Aku mohon,kembalilah menjadi Obito yang kutahu.
Obito,kembalilah menjadi Obito-ku dulu-dengan senyum sewarna matahari dan hari selambut beledu.
Aku mengagumi sosokmu,Obito.
Aku mengagumimu yang selalu membantu wanita-wanita tua yang menyebrang jalan.
Aku mengagumimu yang berani membawakn belanjaan wanita-wanita tua sembari berjalan santai dengan meraka-padahal kau tahu kau sudah lalai dua jam lebih dari target waktu berkumpul kita.
Aku mengagumimu yang selalu optimis,baik dalam kondisi rumit atau gancil.
Aku mengagumimu yang tak pernah kehilangan semangat besar,walau kau tahu hal itu dulu muskil.
Aku mengagumimu yang determinan,seperti dalam kasus menolong orang atau setia kepada teman.
Aku mengagumimu,Obito.
Aku pengagummu yang tak pernah kau sadari
Ne,Obito,kumohon,lupakanlah semua ketidakbenaran ini.kembalilah menjadi dirimu yang dulu-Uchiha Obita-ku yang dulu.
Belum telambat,Obito.
Lupakanlah Madara atau perang;kau hanya perlu menghancurkan pedang egomu,membanjiri api pilumu,danmengubur segala birumu.
Dan jangn pernah kau balikkan lagi masa-masa itu.
Aku sudah lelah menangis,Obito.Dan aku akan lebih tersakiti bila melihatmu mengangis di akhir.
Jadi,hentikanlah.
Jangan buat aku bersedih tanpa akhir,Obito.
Bukankah kau munyukaiku?
Bukanlah aku mencintaimu?
Obito,waktuku sudah habis.Aku senang semua peraanku sudah tertuang disini.Kuharap kau mengerti-dan melakukan pesan krusial dariku tanpa banyak kernyit.
Sampai nanti,Obito-ku tersayang
Aku menunggumu-aku menyukaimu.
Obito,masih ingat aku ?
Aku ingin Obito selalu mengingatku karena aku tidak pernah melupakan Obito atau tim kita dulu.
Obito,sadar tidak,kalau tadi aku sengaja melewatkan sesi 'apa kabarmu' di bagian pembuka? Fufufu,itu karena aku selalu melihat Obito,jadi aku mengerti semua tentang Obito.
Terima kasih karena Obito juga selalu mengerti dan mau memahami aku-dulu.
Obito,kau tahu? jikalau kita bertemu kini,mungkin tak lagi ada senyum di bibirku ini.
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan setelah melihatmu selamat dan tumbuh dewasa ?
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan ketika melihatmu membeku di depan makamku?
Obito,tahukah kau apa yang kurasakan ketika melihatmu membelokkan arah hidup keduamu ke jalan yang pilu?
Aku menangis.Obito aku menangis.
Ya.
Sejak dulu kau pasti tahu kalau aku cukup cengeng-dan kau sepertinya suka dengan kemanjaanku-tapi ini berbeda,Obito.
Aku sedih.
Aku sedih karena kau berubah.
Oh,obito,apa yang harus kulakukan sekarang?
Ragaku telah dimakam tanah,rusukku telah membatu hampa.
Aku tidak berdaya,Obito.
Yang bisa kulakukan hanyalah menangis.
Menangis
Terus begini.
Sambil menyaksikanmu memakai topeng pusaran air oranye dan bertingkah aneh di depan organisasi kelam itu.
Sambil menyaksikanmu memupuk haru yang kian bergumbal dari waktu ke waktu
Sambil menyaksikanmu mengais ketiadaan dari bagian rencanamu yang melibatkan kakashi-sahabat kita.
Sambil menyaksikanmu memainkan sandiwara picisan,berlagak seolah kau madara-yang jelas membuatmu sesak.
Sambil menyaksikam bertambah kuat dan menabung dosa yang nista untuk tujuan yang taj pada logika.
Dadaku sakit,Obito.
Air mata ini tak pernah surut,aku selalu menangis,baik mata ataupun batin.
Aku menyelatkanmu,Obito.
Ingin kurengkuh kau dari kegelapan.
Ingin kuraih kau kau dari kenistaan.
Oh,obito, aku memang menyukai kakashi-tapi kau membuatku mengerti arti dari kelimat tergila-tergila.
Obito,aku tidak berdusta.
Obito,aku sungguh ingin bersamamu sekarang dan tanpa batas masa.
kedua tanganku ingin meraih tubuhmu,mendekapnya erat dan tanpa jarak,merengkuh jauh dari dosa dan untuk selamanya.
Ingin benar kuraih wajahmu dan kukecup kedua belah bibirmu yang penuh-yang tak jemu memberiku cerita baru di setiap lembaran hari yang tak semu.
Dan tidak,Obito,ciuman ini takkan berakhir seperti mimpi palsu.
Aku ingin menautkan jemari kita,Obito.Aku ingin kita saling menatap,berdua berbaring di atas hijaunya rumput konoha,lalu tak akan pernah saling melapaskan.
Obito,apa aku dengar?
Sesungguhnya,aku rela mati saat itu karena kupikir aku bisa bertemu denganmu.
Jangan marah atau heran,Obito.
Aku bukanlah Rin yang kaukenal bisa berkonsentrasi dengan baik setelah kepergianmu yang semu itu,lalu aku lalai dan kupirkan aku sudah berhasil menyusulmu.
Maafkan kekeliruankan,Obito.
Aku mohon,kembalilah menjadi Obito yang kutahu.
Obito,kembalilah menjadi Obito-ku dulu-dengan senyum sewarna matahari dan hari selambut beledu.
Aku mengagumi sosokmu,Obito.
Aku mengagumimu yang selalu membantu wanita-wanita tua yang menyebrang jalan.
Aku mengagumimu yang berani membawakn belanjaan wanita-wanita tua sembari berjalan santai dengan meraka-padahal kau tahu kau sudah lalai dua jam lebih dari target waktu berkumpul kita.
Aku mengagumimu yang selalu optimis,baik dalam kondisi rumit atau gancil.
Aku mengagumimu yang tak pernah kehilangan semangat besar,walau kau tahu hal itu dulu muskil.
Aku mengagumimu yang determinan,seperti dalam kasus menolong orang atau setia kepada teman.
Aku mengagumimu,Obito.
Aku pengagummu yang tak pernah kau sadari
Ne,Obito,kumohon,lupakanlah semua ketidakbenaran ini.kembalilah menjadi dirimu yang dulu-Uchiha Obita-ku yang dulu.
Belum telambat,Obito.
Lupakanlah Madara atau perang;kau hanya perlu menghancurkan pedang egomu,membanjiri api pilumu,danmengubur segala birumu.
Dan jangn pernah kau balikkan lagi masa-masa itu.
Aku sudah lelah menangis,Obito.Dan aku akan lebih tersakiti bila melihatmu mengangis di akhir.
Jadi,hentikanlah.
Jangan buat aku bersedih tanpa akhir,Obito.
Bukankah kau munyukaiku?
Bukanlah aku mencintaimu?
Obito,waktuku sudah habis.Aku senang semua peraanku sudah tertuang disini.Kuharap kau mengerti-dan melakukan pesan krusial dariku tanpa banyak kernyit.
Sampai nanti,Obito-ku tersayang
Aku menunggumu-aku menyukaimu.




Komentar
Posting Komentar