THE SHEDOW IT SELF


PANDANGAN PERTAMA

Dan di hari itu sesudah Rizuki memperkenalkan diri di depan kelas,akhirnya Rizuki memulai pelajaran sekolah sampai selesai.Setengah jam kemudian,Rizuki masih tetap mencoba untuk merenung merasakan bagaimana beradaptasi di lingkungan sekolah.Rizuki berdiri di depan gerbang “ini jelas bukan penjara umum atau markas polisi ditengah kota,lebih mirip markas setuan brigade atau satuan lain dipinggir kota” kata dalam hati Rizuki.

Sore menjelang pulang sekolah Rizuki dengan santai berjalan menuju ke arah rumah.Tapi, tatapan mata Rizuki mengarah ke seseorang murid berseragam sama yang pulang dijemput oleh ibunya.Setidaknya,itu fenomena yang membuat Rizuki rindu kepada orang tuanya yang telah lama pergi ke surga.Tidak jauh Rizuki melangkah pulang meninggalkan sekolah,ada yang berteriak dari belakang tidak sabaran dan suara keras  itu lebih dari satu.

 “Hei.... Rizuki !!!” Kiba berteriak sambil berlari.

 “Berhenti.. di situ  Rizuki !!!” teriakan matsuda.

Langkah kaki Rizuki berhenti,dengan cepat Rizuki menoleh ke belakang dan menunggu Matsuda dan Kiba yang dari tadi berteriak sambil berlari menghampirinya.

“Si kaca mata besar Matsuda dan si botak Kiba.. ? ada apa mereka meghampiri aku ?” dalam batin Rizuki.

 “ha..ha.. hu..hu.. ha.. Rizuki,nafasku sudah lama aku tidak lari sekencang ini” kata kiba,sambil mengatur nafas.

“hu...ha.. hu.. iya aku juga sama tidak lari se-ce-pat ini,Gubrak..... “ sahut mastsuda yang langsung pingsan.

“wahhh.. “ teriak Rizuki yang kaget.

“apa yang kau lakukan... Memalukan sekali dirimu matsuda !!” kata kiba yang jengkel.

 “Sebaiknya kita bantu dulu Matsuda yang pingsan ini ?? bagaimana menurutmu kiba ??” Rizuki berseru.

“aku dan matsuda sebenarnya ingin pulang sekolah bersamamu ? tapi teman satuku ini memalukan sekali !?” kata kiba.

“Oh.. baikalah,kita cari air minum dulu,siapa tau matsuda hanya kelelahan berlari” kata Rizuki menyeringai.
 “Ide Bagus.. !” kata kiba.

Tidak jauh disekitar mereka ada sebuah toko.Dan meraka pun membeli minuman yang bisa meredakan haus dari kelelahan.

 “aku coba teteskan air minum  ini tepat di kaca matanya saja, bagaima ?” kata kiba.

“apa kau tidak keterlaluan,ini temanmu ?!” jawab Rizuki.

 “tapi,mau bagaimana lagi apa kamu mau menggendongnya sampai kerumah.Rizuki ?” kata kiba sambil menggaruk-garuk kepala.

 “ ya tentu tidak,ah.. yasudah tuangkan saja airnya kewajah matsuda !” jawab Rizuki.

 “hahahah.. rasakan air ini bocah ingusan” kata kiba sambil tertawa bahagia.

                Satu tetes air yang keluar dari botol minuman kiba akhirnya dituangkan ke kacamata matsuda yang dari tadi masih pingasan.

“Ces... Hu-hu-hujan tidak... ! payung-payung aku butuh jas hujan mana-mana cepat Rizuki,Kiba berikan padaku !!” kata matsuda yang terbangun dari pingsannya.

 “huahauahauah.... coba lihat burung itu masih terbang di langitkan,kau bagaimana ?!” kata kiba sambil tertawa memukul botol di kepalanya.

“hihihiihihihi.. mimpimu sampai planet mana ? aku ikut dong ?!” kata Rizuki yang menyindir.
“oh.. kalinya mejahiliku lagi,tega ?!” kata matsuda dengan nada datar.

“siapa yang menjahilimu,apa kau sudah lupa matsuda.Kau tadi lari dan tiba-tiba saja kelelahan lalu kamu pingsan,untung saja ada aku dan Rizuki” kata kiba.

 “oh iya-iya aku masih ingat kok, terus kita mau pergi kemana ?” tanya matsuda sambil membersihkan kaca matanya yang masi basah.

“ke hatimu.. hahahahahah,ya tentu saja pulang.Hari sudah menjelang malam” jawab kiba.
 “ayok cepat kita bergegas pulang.. ?!” kata Rizuki.

                Dan akhirnya mereka pulang menuju rumah.Tidak begitu lama dalam perjalan pulang Rizuki,kiba dan matsuda mendengar ada suara seseorang wanita minta tolong dalam gang sempit pinggir jalan yang sepi.

“tunggu dulu,ada suara.Iya aku mendengar suara,tepat gang yang berada di depan kita” kata Rizuki.

“Rizuki kau pasti bercanda,soalnya kalau matsuda kena,pasti yang kedua giliranku” jawab Kiba.

“mana mungkin,kalian berdua sungguh aneh suara ini sangat jelas sekali coba dengarkan baik-baik suara “minta tolong” ini ?!” kata Rizuki.

                Tanpa peduli dengan Kiba dan Matsuda yang masih tidak bisa mendengar suara “Minta Tolong”.Rizuki lari kencang sekali ke arah gang sempit penuh dengan sampah dan sangat sepi.Mata Rizuki melihat tepat di depanya,satu perempuan yang menangis sepertinya bertengkar oleh preman berwajah seram,besar dan bertatto hampir memenuhi seluruh badan.

Rizuki : “apa yang kalian lakukan” kata Rizuki yang menggretak.

                Tiba-tiba saja dengan suara keras Rizuki berteriak di depan gang itu.Seketika suasana langsung hening dan semua tatapan mengarah ke arah Rizuki yang berdiri.

“Woi.. siapa kau bocah ? apa itu temanmu” kata preman yang heran.

“apa yang kau lakukan ? pecundang ! “cewek itu ibarat barbie,kamu bisa mainin mereka sesukamu tapi inget cowok sejati tidak mainan barbie” jawab Rizuki.

 “Berisik,aku tidak tahu apa yang kau katakan ? hei bocah ” sahut preman.

“Sebaiknya simpan baik-baik perkataanku yang tadi,dasar preman bocah !”kata Rizuki dengan mengarahkan telunjuknya ke arah preman tersebut.

“Oh iya aku tahu,pasti minta diperlakukan kasarkan hei bocah ?” sahut preman yang sedang kesal menahan amarah.

“Aku tidak peduli.... dasar preman kampret...”Teriak Rizuki sambil melopat dan melesatkan pukulanya ke para preman.

Suasana menjadi semakin mencekam,Rizuki tidak terima meliahat perempuan diperlakukan kasar.Sedangkan di tempat lain kiba dan Matsuda hanya menontot dan ketakutan Meliahat seorang pelajar melawan para preman.

“arrrrrggghhhh... Buk... !!!”pukulan Rizuki mengenai wajah preman.

“Aku tidak tahu dari mana kamu berasal,yang pasti jangan salahkan aku jika bermain kasar !?’’ kata Preman sambil membalas pukulan Rizuki.

“Breeekk.. ah,akan ku balas seperti Kamu menyakiti wanita ini” Kata Rizuki yang menahan,pukulan Preman.

“Matsuda.. coba kamu lihat Ri-Zu-Ki.Lelaki yang sangat hebat,Tapi aku yakin jika kamu melawan para Preman itu,yang ada hanya pinsang”kata Kiba menyindir Matsuda.

“Kiba,Kamu meremehkanku lagi !? Bagimana jika kita memberikan semangat kepada Rizuki seperti yel-yel gitu”Jawab Matsuda.

‘’Matsuda idemu hebat,aku setuju !?”Sahut Kiba.

“AYO... Rizuki !!  semangat”Teriakkan Matsuda dan Kiba kepada Rizuki.

“Hah.. dua cacing itu,disaat keadaan genting seperti ini masih saja membuat kekonyollan”Batin Rizuki sambil menahan pukulan preman.

“Rasakan ini.. tendangan ini pasti mengenai kepalamu !!!”kata Rizuki yang langsung melesatkan kakinya ke arah muka preman.

“Ah....sial “ tiriakkan si Preman.

“Yes,tepat sekali aku bisa melukaimu.. preman kampung”Kata Rizuki.

                Tapi preman itu tidak tinggal diam.Preman melihat ada sebongkah kayu di dekatnya,dan secara tidak langsung preman menuju kearah Rizuki yang berdiri,seakan preman ingin bunuh Rizuki

To Be Contiuned next Part 2

Komentar

Postingan Populer